Di sebuah SMP unggulan di kota
tersebut terdapat 2 anak perempuan yang sangat mirip tapi saat ditanya apakah
kalian kembar pasti jawabannya tidak namanya Windy dan Ririn mereka tergolong
anak yang cerdas dan cantik mereka juga bersahabat. waktu istirahat tiba
terlihat Windy dan Ririn sedang menikmati baksonya sambil ngobrol tiba-tiba
Sasha anak Cherrs sekolah tersebut mendatangi mereka “ hai, win rin kalian
sibuk ya ? “ tanya Sasha “ lya kita sibuk makan hahaha “ sahut Windy sambil
tertawa “ emang ada apa sih ? “ sambung Windy “ iya , tumben banget “ Ririn
ikutan ngomong “ ehmm ini kalian mau nggak ikut jadi anggota baru chers ? “
Sasha menawarkan “ ehmmmm gimana ya ? gimana Rin ? “ Windy berpaling pada Ririn
“ sorry ya aku nggak tertarik, aku bener-bener minta maaf “ kata Ririn menyesal
“ aduh kamu itu Rin kalau nggak mau juga nggak papa kok, mungkin Windy mau ? “
tanya Sasha pada Windy “ aku juga minta maaf aku juga nggak tertarik lagian aku
juga udah ikutan ekxtra KIR “ Windy merasa tidak enak hati “oke nggak papa kok,
kalo gitu aku nyamperin anak-anak lain ya ? “ Windy dan Ririn mengangguk. Bel
masuk pun berbunyi Windy dan Ririn pun masuk ke dalam kelas tak lama kemudian
Bu Dina guru bhs. Indonesia mereka datang dan karena ada keperluan Bu Dina
langsung memberikan tugas “ anak-anak ibu ada keperluan jadi kalian akan ibu
beri tugas, kalian harus membuat laporan perjalanan kalian ke suatu tempat
sebangku membuat 1 laporan jadi kalian bisa bekerja sama dikumpulkan minggu
depan, kalian mengerti ? “ jelas Bu Dina panjang lebar “ baik bu “ jawab
anak-anak serempak sepeninggalan Bu Dina kelas pun menjadi ramai Windy dan
Ririn sedang merencanakan belajar kelompok “ ehhmm hari ini kan hari senin gimana kalo hari Rabu,di rumahku ? “ tanya
Windy “ aku bisa dan selagi nggak ngerepotin kamu, tapi jam berapa ? “ tanya
Ririn “ gimana kalo jam 3 sore kan enak nggak panas trus kita juga masih bisa
makan siang di rumah dan istrirahat “ Windy menjelskan “ oke deh beres “ Ririn
mengacungkan jempolnya.
%%%
Ririn
berangkat menuju rumah Windy sampai di
gerbang Ririn menekan bel “ eh kamu Rin udah dateng “ sapa Windy sambil
membukakan gerbang “ lho kok kamu yang bukain, bukan bibi kamu “ tanya Ririn
keheranan “ lho emangnya kita harus bergantung pada pembantu ya ? “ tanya Windy
sambil serius Ririn hanya manggut-manggut . “ mama ini ada temenku namanya
Ririn “ Windy mengenalkan Ririn pada mamanya yang sedang membaca majalah di
depan rumah “ oh ini yang namanya Ririn, lho kalian kok mirip sih ? “ tanya
mama Windy keheranan “ ehmm iya nggak tahu tante orang-orang juga sering nyebut
kita si kembar “ jelas Ririn. Ririn menjabat tangan mama Windy dan mama Windy
tidak sengaja melihat tanda lahir yang berada di telapak tangan kanan Ririn
seketika mama Windy pun kaget dan melepaskan tangannya lalu berlali ke
kamarnya. Windy dan Ririn tidak mengerti sehingga saling pandang dan hanya
mengangkat bahu. Esoknya sekolah libur karena ada seminar di sekolah mereka
Windy pun diinterogasi tentang Ririn di ruang keluarga oleh papa dan mamanya
sedangkan kakaknya hanya nguping “ Windy kamu kenal Ririn itu dimana ? “ tanya
mamanya Windy heran dan mengerutkan kening “ kenapa sih ma ? ya di sekolah
emang di mana lagi “ jawab Windy “ Windy mama akan ceritakan
semuanya..........” mamanya menghela nafas “ dulu kamu itu punya kembaran
namanya Ririn Andriani mama kasih nama beda iar nggak membingungkan. karena
waktu itu keluarga kita belum mapan akhirnya mama dan papa sepakat untuk
menitipkan Ririn di tetangga mama waktu itu namanyaa Bu Sinta firman “ jelas
mamanya. Windy terkesiap “ ma itu kan nama mamanya Ririrn masa sih ma ? “ tanya
Windy tidak percaya “ iya sayang itu kembaran kamu “ papanya ikut-ikutan
ngomong “ tapi mama kok yakin sekali sih “ Windy masih saja belum percaya “ nanti
kamu hubungi Ririn biar ke sini nanti kami jelaskan “ perintah mamanya “
sekarang aja ma lebih cepat lebih baik “ sahut papanya. Windy mengambil Hpnya
dan menelpon Ririn tak lama kemudian Ririn datang “ hmm aa apa ya tante ? “
tanya Ririn “ kamu duduk dulu ya Rin “ sahut papa Windy. Semuanya menghela
nafas kecuali Ririn yang keheranan “ ehhm brgini Rin nama kamu Ririn andrisnti
kan ? “ tanya mama Windy Ririn hanya mengangguk “ ehmmm kamu sama Windy itu
kembaran “ jelas papa Windy yang emang orangnya nggak sabaran banget. Ririn
yang dari tadi hanya diam kimni dia terkejut “ haaa bagaimana mungkin aku punya
mama kanddung tante, itu tidak mungkin “ jawab Ririn sambil menahan air mata
agar tidak keluar “ iya sayag betul kamu anak kami, ceritanya begini waktu itu
setelah kalian lahir ekonomi kami belum mapan jadi kita bingung akhirnya kamu
mama dan papa titipkan ke tetangga tante namanya Sinta firman itu nama mama
kamu kan ? tanya mama Windy. Reirin hanya mengangguk dengan menggigit bibi
bawahnya menahan air mata. Tiba-tiba tante sinta datang “ Ririn betul apa yang
dikatakan mama dan papamu mereka orang tuamu dan Windy adalah kembaran kamu,
sekarang semua sudah jelas kamu mau ikut siapa mau ikut mama Sinta atau mamanya
Windy “ tawar tante Sinta Ririn hanya diam karena bingung “ a..ku bingung, mama
Sinta yang udah membesarkan aku dan disisi lain ada mama kandungku, ma boleh
nggak ririn ajak mama Sinta kesini tinggal disini biar nggak sendiriran di
rumah ya?, aku mohon ma “ mohon Ririn mamnya mendekati “ boleh dong
sayang asalkan mama Sinta mau, kamu mau kan ? “ tanya mama Windy pada mama
Sinta “ ehmm asal tidak merepotkan “ jawab mama Sinta malu-malu “ tentu saja
tidak sinta kamu kan sudah membesarkan Ririn inilah balas budi kami “ jelas
mamanya Windy. Mama Sinta pun menangis terharu “ terima kasih bu “ ucap mama
Sinta “iya sama-sama saya juga terima kasih “ jawab mama \nya Windy, mereka pun
berpelukan begitu juga dengan Ririn dan Windy mereka sangat senang tiba-tiba
kakak Windy yang bernama Lala berdehem “ kok aku nggak di ajak berpelukan ya
kayak teletubis gitu “ canda kak Lala semua pun tertawa senang. Sehingga
sekarang jika Windy dan Ririn di tanyai apa kalian kembar jawabannya ya.
0 komentar:
Posting Komentar