Rabu, 13 Februari 2013

TWINS

Diposting oleh Kenditakendi.blogspot.com di 22.47

Di sebuah SMP unggulan di kota tersebut terdapat 2 anak perempuan yang sangat mirip tapi saat ditanya apakah kalian kembar pasti jawabannya tidak namanya Windy dan Ririn mereka tergolong anak yang cerdas dan cantik mereka juga bersahabat. waktu istirahat tiba terlihat Windy dan Ririn sedang menikmati baksonya sambil ngobrol tiba-tiba Sasha anak Cherrs sekolah tersebut mendatangi mereka “ hai, win rin kalian sibuk ya ? “ tanya Sasha “ lya kita sibuk makan hahaha “ sahut Windy sambil tertawa “ emang ada apa sih ? “ sambung Windy “ iya , tumben banget “ Ririn ikutan ngomong “ ehmm ini kalian mau nggak ikut jadi anggota baru chers ? “ Sasha menawarkan “ ehmmmm gimana ya ? gimana Rin ? “ Windy berpaling pada Ririn “ sorry ya aku nggak tertarik, aku bener-bener minta maaf “ kata Ririn menyesal “ aduh kamu itu Rin kalau nggak mau juga nggak papa kok, mungkin Windy mau ? “ tanya Sasha pada Windy “ aku juga minta maaf aku juga nggak tertarik lagian aku juga udah ikutan ekxtra KIR “ Windy merasa tidak enak hati “oke nggak papa kok, kalo gitu aku nyamperin anak-anak lain ya ? “ Windy dan Ririn mengangguk. Bel masuk pun berbunyi Windy dan Ririn pun masuk ke dalam kelas tak lama kemudian Bu Dina guru bhs. Indonesia mereka datang dan karena ada keperluan Bu Dina langsung memberikan tugas “ anak-anak ibu ada keperluan jadi kalian akan ibu beri tugas, kalian harus membuat laporan perjalanan kalian ke suatu tempat sebangku membuat 1 laporan jadi kalian bisa bekerja sama dikumpulkan minggu depan, kalian mengerti ? “ jelas Bu Dina panjang lebar “ baik bu “ jawab anak-anak serempak sepeninggalan Bu Dina kelas pun menjadi ramai Windy dan Ririn sedang merencanakan belajar kelompok “ ehhmm hari ini kan hari senin  gimana kalo hari Rabu,di rumahku ? “ tanya Windy “ aku bisa dan selagi nggak ngerepotin kamu, tapi jam berapa ? “ tanya Ririn “ gimana kalo jam 3 sore kan enak nggak panas trus kita juga masih bisa makan siang di rumah dan istrirahat “ Windy menjelskan “ oke deh beres “ Ririn mengacungkan jempolnya.
%%%
            Ririn berangkat menuju rumah Windy sampai di  gerbang Ririn menekan bel “ eh kamu Rin udah dateng “ sapa Windy sambil membukakan gerbang “ lho kok kamu yang bukain, bukan bibi kamu “ tanya Ririn keheranan “ lho emangnya kita harus bergantung pada pembantu ya ? “ tanya Windy sambil serius Ririn hanya manggut-manggut . “ mama ini ada temenku namanya Ririn “ Windy mengenalkan Ririn pada mamanya yang sedang membaca majalah di depan rumah “ oh ini yang namanya Ririn, lho kalian kok mirip sih ? “ tanya mama Windy keheranan “ ehmm iya nggak tahu tante orang-orang juga sering nyebut kita si kembar “ jelas Ririn. Ririn menjabat tangan mama Windy dan mama Windy tidak sengaja melihat tanda lahir yang berada di telapak tangan kanan Ririn seketika mama Windy pun kaget dan melepaskan tangannya lalu berlali ke kamarnya. Windy dan Ririn tidak mengerti sehingga saling pandang dan hanya mengangkat bahu. Esoknya sekolah libur karena ada seminar di sekolah mereka Windy pun diinterogasi tentang Ririn di ruang keluarga oleh papa dan mamanya sedangkan kakaknya hanya nguping “ Windy kamu kenal Ririn itu dimana ? “ tanya mamanya Windy heran dan mengerutkan kening “ kenapa sih ma ? ya di sekolah emang di mana lagi “ jawab Windy “ Windy mama akan ceritakan semuanya..........” mamanya menghela nafas “ dulu kamu itu punya kembaran namanya Ririn Andriani mama kasih nama beda iar nggak membingungkan. karena waktu itu keluarga kita belum mapan akhirnya mama dan papa sepakat untuk menitipkan Ririn di tetangga mama waktu itu namanyaa Bu Sinta firman “ jelas mamanya. Windy terkesiap “ ma itu kan nama mamanya Ririrn masa sih ma ? “ tanya Windy tidak percaya “ iya sayang itu kembaran kamu “ papanya ikut-ikutan ngomong “ tapi mama kok yakin sekali sih “ Windy masih saja belum percaya “ nanti kamu hubungi Ririn biar ke sini nanti kami jelaskan “ perintah mamanya “ sekarang aja ma lebih cepat lebih baik “ sahut papanya. Windy mengambil Hpnya dan menelpon Ririn tak lama kemudian Ririn datang “ hmm aa apa ya tante ? “ tanya Ririn “ kamu duduk dulu ya Rin “ sahut papa Windy. Semuanya menghela nafas kecuali Ririn yang keheranan “ ehhm brgini Rin nama kamu Ririn andrisnti kan ? “ tanya mama Windy Ririn hanya mengangguk “ ehmmm kamu sama Windy itu kembaran “ jelas papa Windy yang emang orangnya nggak sabaran banget. Ririn yang dari tadi hanya diam kimni dia terkejut “ haaa bagaimana mungkin aku punya mama kanddung tante, itu tidak mungkin “ jawab Ririn sambil menahan air mata agar tidak keluar “ iya sayag betul kamu anak kami, ceritanya begini waktu itu setelah kalian lahir ekonomi kami belum mapan jadi kita bingung akhirnya kamu mama dan papa titipkan ke tetangga tante namanya Sinta firman itu nama mama kamu kan ? tanya mama Windy. Reirin hanya mengangguk dengan menggigit bibi bawahnya menahan air mata. Tiba-tiba tante sinta datang “ Ririn betul apa yang dikatakan mama dan papamu mereka orang tuamu dan Windy adalah kembaran kamu, sekarang semua sudah jelas kamu mau ikut siapa mau ikut mama Sinta atau mamanya Windy “ tawar tante Sinta Ririn hanya diam karena bingung “ a..ku bingung, mama Sinta yang udah membesarkan aku dan disisi lain ada mama kandungku, ma boleh nggak ririn ajak mama Sinta kesini tinggal disini biar nggak sendiriran di rumah ya?, aku mohon ma  “  mohon Ririn mamnya mendekati “ boleh dong sayang asalkan mama Sinta mau, kamu mau kan ? “ tanya mama Windy pada mama Sinta “ ehmm asal tidak merepotkan “ jawab mama Sinta malu-malu “ tentu saja tidak sinta kamu kan sudah membesarkan Ririn inilah balas budi kami “ jelas mamanya Windy. Mama Sinta pun menangis terharu “ terima kasih bu “ ucap mama Sinta “iya sama-sama saya juga terima kasih “ jawab mama \nya Windy, mereka pun berpelukan begitu juga dengan Ririn dan Windy mereka sangat senang tiba-tiba kakak Windy yang bernama Lala berdehem “ kok aku nggak di ajak berpelukan ya kayak teletubis gitu “ canda kak Lala semua pun tertawa senang. Sehingga sekarang jika Windy dan Ririn di tanyai apa kalian kembar jawabannya ya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

KENDITA AGUSTIN BLOG Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea